episode 1
dalam keramaian suara hujan itu doni hanya merintih kedinginan di gapura sebuah rumah mewah milik gubernur negara,uang yang didapatkan hasil ngamen itu hanya terkumpul Rp 5000 saja dan tidak cukup untuk makan orang tua dan ke dua adiknya.
''ya tuhan betapa malangnya diriku,kapan engkau buat aku bahagia''katanya dengan rintihan air mata di pipinya
hujan kelihatanya sudah berhenti meneteskan air matanya dan doni segera bergegas pulang
''emak doni hanya mengumpulkan uang lima ribu saja''kata doni setelah sampai rumahnya
''pergi cari uang lagi emak sibuk kalau tidak dapat duit tidak boleh makan malam''bentak si emak
langkah yang tertatih dan keringat yang mengucur setubuhnya doni tak jenuh untuk mencari uang demi keluarganya,hanya hasrat sekolah dan membahagiakan keluarganya lah yang menjadi acuan
''kau kemana saja don?''tanya bimbim sambil mengagetkan doni dari belakang tubuhnya
''dari ngamenlah?''jawabnya
''lho bukan biasanya kamu di sini ngamenya?''tanya bimbim lagi
''tidak aku tadi ngamen di lampu merah selatan''
''ha ngapai di sana kan banyak premanya''sahut bimbim
''tidak tuh,udah ah aku mau ngamen''jawab doni dengan santainya
(akankah doni pulang dengan uang banyak/dia dimarahi emak tunggu eps. selanjutnya)