F D P N, Teater Kusuma Raih Tiga Nominasi
Sungguh di luar dugaan jika teater kusuma yang berasal dari sekolah desa berhasil meraih 3 nominasi sekaligus dalam Festival Drama Pelajar Nasional (FDPN) yang di selenggarakan Teater Gema IKIP PGRI semarang beberapa waktu lalu.
Tidak pernah disangka dan tidak pernah terbersit dalam ingatan teater kusuma, kalau kepulangan mereka dari Semarang membawakan hasil yang teramat menggembirakan. Kabar gembira itu tidak lain karena teater kusuma berhasil meraih tiga nominasi sekaligus, ketika mengikuti Festival Drama Pelajar Nasional (FDPN) yang diselenggarakan di IKIP PGRI Semarang beberapa waktu lalu.Acara festival yang diselenggarakan selama satu minggu tersebut dikuti oleh dua puluh tiga peserta dari sebelas provinsi di seluruh Indonesia dan Teater kusuma merupakan satu-satunya teater pelajar dari Jepara yang terpilih untuk mengikuti festival tersebut.Mengusung naskah berjudul “Orang Kasar” karya Anton Chekov, saduran W.S. Rendra, Teater kusuma lebih mengedepankan budaya Jepara dalam penggarapan art panggungnya, serta penguatan karakter pada tokoh Baitul Bilal (M. Catur Rahmatullah) sebagai sesosok orang kasar yang menjadi tokoh utama dalam naskah tersebut. Naskah komedi berdurasi satu jam ini merupakan naskah keenam yang pernah digarapnya bersama teater kusuma.Melalui besutan Sutradara Didid Endro S, tampak berbeda Karen dalam penggarapannya memang tidak jauh berbeda dengan naskah-naskah sebelumnya, yakni lebih condong pada pengangkatan kearifan lokal masyarakat Jepara. Tidak hanya dalam berkesenian saja, sutradara sekaligus pelatih teater kusuma ini juga mengaplikasikan latar belakang budaya lokal dalam kesehariannya bersama Sanggar Gaperto yang dikelolanya.Selain itu, dalam menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggarapan sebuah karya, teater kusuma selalu mengedepankan managemen waktu. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, teater kusuma berhasil mengubah satu naskah yang dirasa cukup berat menjadi sajian yang memang layak untuk dinikmati.“Saya sangat senang dan bangga ketika malam penganugerahan, teater kusuma mampu meraih tiga nominasi sekaligus. Terhitung, dalam kurun waktu yang lumayan singkat, kami mampu membawa kabar menggembirakan. Di sisi lain, saya merasa kecewa karena lagi-lagi lighting yang kami mainkan masih jauh dari harapan”, ujar Ketua Teater Kusuma, Deckha Afriansyah Salahudin.Kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh ketua kusuma saja, tetapi juga oleh anggota kusuma yang lain seperti pada event festival sebelumnya. Kendati demikian, bukan menjadi halangan bagi Kusuma untuk tetap berkarya sehingga dalam FDPN berhasil mendapatkan 3 nominasi sekaligus yakni, Nominasi Artistik Terbaik, Nominasi Penyaji Terbaik dan Pemenang Aktor Pembantu Terbaik. Semoga membanggakan…..
Lebih Menghargai Proses
Hasil bukanlah segala-galanya, tetapi proseslah yang lebih utama. Demikianlah kalimat yang sering didengungkan, begitu halnya bagi teater kusuma yang sekarang sudah berumur lima tahun. Bukan waktu yang lama untuk sebuah proses, dan bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan.Kendati demikian, Teater Kusuma belum merasa terpuaskan oleh beberapa prestasi yang diraihnya sehingga selalu dituntut untuk meningkatkan intensitas proses berkarya serta menciptakan kreatifitas-kreatifitas yang berarti bagi pembentukan karakter.Selanjutnya, guna menunjang kelanjutan proses, sangat diperlukan berbagai kelengkapan alat pendukung berupa alat musik, kain, kamera, lampu (lighting) beserta dimernya yang selama ini dirasa masih sangat kekurangan.Menurut Ketua Teater Kusuma, Deckha Affriyan Syahlahuddin, ketidaklengkapan property merupakan hal penting dalam pertunjukkan. Tetapi yang lebih utama adalah bagaimana mensikapi agar segala kekurangan dapat diantisipasi agar tidak menjadi ganjalan dan kendala dalam penggarapan naskah-naskah berikutnya.“Yang penting adalah bagaimana kita bisa menikmati proses berkesenian sebagai bentuk perwujudan dari tata kehidupan yang nyata”, tegas DeckhaPrestasi yang berhasil diraih Teater Kusuma, masih menurut Deckha, adalah merupakan hasil dari proses panjang yang tidak sekedar adu gengsi dalam berkegiatan. Tetapi, lanjutnya, jika proses yang dilakukan tidak dinikmati, tentu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.Artinya, berkegiatan khususnya teater tidak sekedar berbondong-bondong mengejar kepuasan pribadi melainkan ada sesuatu yang bermakna baik dalam pengambilan sikap maupun dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Kemudian, sikap-sikap pembelajaran moral tersebut bisa diaplikasikan dalam tata kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
Sabtu, 19 Juni 2010
taeter kusuma raih juara nasional
F D P N, Teater Kusuma Raih Tiga Nominasi
Sungguh di luar dugaan jika teater kusuma yang berasal dari sekolah desa berhasil meraih 3 nominasi sekaligus dalam Festival Drama Pelajar Nasional (FDPN) yang di selenggarakan Teater Gema IKIP PGRI semarang beberapa waktu lalu.
Tidak pernah disangka dan tidak pernah terbersit dalam ingatan teater kusuma, kalau kepulangan mereka dari Semarang membawakan hasil yang teramat menggembirakan. Kabar gembira itu tidak lain karena teater kusuma berhasil meraih tiga nominasi sekaligus, ketika mengikuti Festival Drama Pelajar Nasional (FDPN) yang diselenggarakan di IKIP PGRI Semarang beberapa waktu lalu.Acara festival yang diselenggarakan selama satu minggu tersebut dikuti oleh dua puluh tiga peserta dari sebelas provinsi di seluruh Indonesia dan Teater kusuma merupakan satu-satunya teater pelajar dari Jepara yang terpilih untuk mengikuti festival tersebut.Mengusung naskah berjudul “Orang Kasar” karya Anton Chekov, saduran W.S. Rendra, Teater kusuma lebih mengedepankan budaya Jepara dalam penggarapan art panggungnya, serta penguatan karakter pada tokoh Baitul Bilal (M. Catur Rahmatullah) sebagai sesosok orang kasar yang menjadi tokoh utama dalam naskah tersebut. Naskah komedi berdurasi satu jam ini merupakan naskah keenam yang pernah digarapnya bersama teater kusuma.Melalui besutan Sutradara Didid Endro S, tampak berbeda Karen dalam penggarapannya memang tidak jauh berbeda dengan naskah-naskah sebelumnya, yakni lebih condong pada pengangkatan kearifan lokal masyarakat Jepara. Tidak hanya dalam berkesenian saja, sutradara sekaligus pelatih teater kusuma ini juga mengaplikasikan latar belakang budaya lokal dalam kesehariannya bersama Sanggar Gaperto yang dikelolanya.Selain itu, dalam menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggarapan sebuah karya, teater kusuma selalu mengedepankan managemen waktu. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, teater kusuma berhasil mengubah satu naskah yang dirasa cukup berat menjadi sajian yang memang layak untuk dinikmati.“Saya sangat senang dan bangga ketika malam penganugerahan, teater kusuma mampu meraih tiga nominasi sekaligus. Terhitung, dalam kurun waktu yang lumayan singkat, kami mampu membawa kabar menggembirakan. Di sisi lain, saya merasa kecewa karena lagi-lagi lighting yang kami mainkan masih jauh dari harapan”, ujar Ketua Teater Kusuma, Deckha Afriansyah Salahudin.Kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh ketua kusuma saja, tetapi juga oleh anggota kusuma yang lain seperti pada event festival sebelumnya. Kendati demikian, bukan menjadi halangan bagi Kusuma untuk tetap berkarya sehingga dalam FDPN berhasil mendapatkan 3 nominasi sekaligus yakni, Nominasi Artistik Terbaik, Nominasi Penyaji Terbaik dan Pemenang Aktor Pembantu Terbaik. Semoga membanggakan…..
Lebih Menghargai Proses
Hasil bukanlah segala-galanya, tetapi proseslah yang lebih utama. Demikianlah kalimat yang sering didengungkan, begitu halnya bagi teater kusuma yang sekarang sudah berumur lima tahun. Bukan waktu yang lama untuk sebuah proses, dan bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan.Kendati demikian, Teater Kusuma belum merasa terpuaskan oleh beberapa prestasi yang diraihnya sehingga selalu dituntut untuk meningkatkan intensitas proses berkarya serta menciptakan kreatifitas-kreatifitas yang berarti bagi pembentukan karakter.Selanjutnya, guna menunjang kelanjutan proses, sangat diperlukan berbagai kelengkapan alat pendukung berupa alat musik, kain, kamera, lampu (lighting) beserta dimernya yang selama ini dirasa masih sangat kekurangan.Menurut Ketua Teater Kusuma, Deckha Affriyan Syahlahuddin, ketidaklengkapan property merupakan hal penting dalam pertunjukkan. Tetapi yang lebih utama adalah bagaimana mensikapi agar segala kekurangan dapat diantisipasi agar tidak menjadi ganjalan dan kendala dalam penggarapan naskah-naskah berikutnya.“Yang penting adalah bagaimana kita bisa menikmati proses berkesenian sebagai bentuk perwujudan dari tata kehidupan yang nyata”, tegas DeckhaPrestasi yang berhasil diraih Teater Kusuma, masih menurut Deckha, adalah merupakan hasil dari proses panjang yang tidak sekedar adu gengsi dalam berkegiatan. Tetapi, lanjutnya, jika proses yang dilakukan tidak dinikmati, tentu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.Artinya, berkegiatan khususnya teater tidak sekedar berbondong-bondong mengejar kepuasan pribadi melainkan ada sesuatu yang bermakna baik dalam pengambilan sikap maupun dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Kemudian, sikap-sikap pembelajaran moral tersebut bisa diaplikasikan dalam tata kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
Sungguh di luar dugaan jika teater kusuma yang berasal dari sekolah desa berhasil meraih 3 nominasi sekaligus dalam Festival Drama Pelajar Nasional (FDPN) yang di selenggarakan Teater Gema IKIP PGRI semarang beberapa waktu lalu.
Tidak pernah disangka dan tidak pernah terbersit dalam ingatan teater kusuma, kalau kepulangan mereka dari Semarang membawakan hasil yang teramat menggembirakan. Kabar gembira itu tidak lain karena teater kusuma berhasil meraih tiga nominasi sekaligus, ketika mengikuti Festival Drama Pelajar Nasional (FDPN) yang diselenggarakan di IKIP PGRI Semarang beberapa waktu lalu.Acara festival yang diselenggarakan selama satu minggu tersebut dikuti oleh dua puluh tiga peserta dari sebelas provinsi di seluruh Indonesia dan Teater kusuma merupakan satu-satunya teater pelajar dari Jepara yang terpilih untuk mengikuti festival tersebut.Mengusung naskah berjudul “Orang Kasar” karya Anton Chekov, saduran W.S. Rendra, Teater kusuma lebih mengedepankan budaya Jepara dalam penggarapan art panggungnya, serta penguatan karakter pada tokoh Baitul Bilal (M. Catur Rahmatullah) sebagai sesosok orang kasar yang menjadi tokoh utama dalam naskah tersebut. Naskah komedi berdurasi satu jam ini merupakan naskah keenam yang pernah digarapnya bersama teater kusuma.Melalui besutan Sutradara Didid Endro S, tampak berbeda Karen dalam penggarapannya memang tidak jauh berbeda dengan naskah-naskah sebelumnya, yakni lebih condong pada pengangkatan kearifan lokal masyarakat Jepara. Tidak hanya dalam berkesenian saja, sutradara sekaligus pelatih teater kusuma ini juga mengaplikasikan latar belakang budaya lokal dalam kesehariannya bersama Sanggar Gaperto yang dikelolanya.Selain itu, dalam menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penggarapan sebuah karya, teater kusuma selalu mengedepankan managemen waktu. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, teater kusuma berhasil mengubah satu naskah yang dirasa cukup berat menjadi sajian yang memang layak untuk dinikmati.“Saya sangat senang dan bangga ketika malam penganugerahan, teater kusuma mampu meraih tiga nominasi sekaligus. Terhitung, dalam kurun waktu yang lumayan singkat, kami mampu membawa kabar menggembirakan. Di sisi lain, saya merasa kecewa karena lagi-lagi lighting yang kami mainkan masih jauh dari harapan”, ujar Ketua Teater Kusuma, Deckha Afriansyah Salahudin.Kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh ketua kusuma saja, tetapi juga oleh anggota kusuma yang lain seperti pada event festival sebelumnya. Kendati demikian, bukan menjadi halangan bagi Kusuma untuk tetap berkarya sehingga dalam FDPN berhasil mendapatkan 3 nominasi sekaligus yakni, Nominasi Artistik Terbaik, Nominasi Penyaji Terbaik dan Pemenang Aktor Pembantu Terbaik. Semoga membanggakan…..
Lebih Menghargai Proses
Hasil bukanlah segala-galanya, tetapi proseslah yang lebih utama. Demikianlah kalimat yang sering didengungkan, begitu halnya bagi teater kusuma yang sekarang sudah berumur lima tahun. Bukan waktu yang lama untuk sebuah proses, dan bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan.Kendati demikian, Teater Kusuma belum merasa terpuaskan oleh beberapa prestasi yang diraihnya sehingga selalu dituntut untuk meningkatkan intensitas proses berkarya serta menciptakan kreatifitas-kreatifitas yang berarti bagi pembentukan karakter.Selanjutnya, guna menunjang kelanjutan proses, sangat diperlukan berbagai kelengkapan alat pendukung berupa alat musik, kain, kamera, lampu (lighting) beserta dimernya yang selama ini dirasa masih sangat kekurangan.Menurut Ketua Teater Kusuma, Deckha Affriyan Syahlahuddin, ketidaklengkapan property merupakan hal penting dalam pertunjukkan. Tetapi yang lebih utama adalah bagaimana mensikapi agar segala kekurangan dapat diantisipasi agar tidak menjadi ganjalan dan kendala dalam penggarapan naskah-naskah berikutnya.“Yang penting adalah bagaimana kita bisa menikmati proses berkesenian sebagai bentuk perwujudan dari tata kehidupan yang nyata”, tegas DeckhaPrestasi yang berhasil diraih Teater Kusuma, masih menurut Deckha, adalah merupakan hasil dari proses panjang yang tidak sekedar adu gengsi dalam berkegiatan. Tetapi, lanjutnya, jika proses yang dilakukan tidak dinikmati, tentu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.Artinya, berkegiatan khususnya teater tidak sekedar berbondong-bondong mengejar kepuasan pribadi melainkan ada sesuatu yang bermakna baik dalam pengambilan sikap maupun dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Kemudian, sikap-sikap pembelajaran moral tersebut bisa diaplikasikan dalam tata kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
Jumat, 18 Juni 2010
cara membidik anak dan memberi nama
Cara mendidik anak.
Bagaimana cara mendidik anak?, kebanyakan dari orang tua terkesan arogan atau pun cuek dalam mendidik anak. Alhasil sang anak pun menjadi merasa tertekan dan kurang rasa kasih sayang. Memang sih merawat anak itu sulit terlebih lagi anaknya nakal hahaahaha...Tapi sudah kewajiban kita sebagai orang tua untuk merawat dan mendidiknya bukan. Langkah pertama dalam mendidik anak adalah kenali bagaimana watak dari sang anak itu terlebih dahulu.
Lalu ajarkan dia dengan penuh kasih sayang. Ingat amarah yang disertai dengan pukulan akan merusak mental sang anak. Kebanyakan dari kita tidak senang apabila anak akan melakukan sesuatu yang terkesan kurang baik, seperti bermain tanah, bermain di jalan, respon dari orang tua adalah langsung memarahi sang anak dan memukulnya.Bukan itu yang terbaik, saya rasa dengan memberikan nasehat yang lembut disertai dengan interaksi membuat sang anak lebih menerima arahan dari kita.Ajarkan anak dengan perlahan dan jangan bersifat memaksa. Contohnya apabila dia sedang bermain, sampiri dia dan tanya dia sedang apa?. Ketika dia menjawab, kamu langsung menanyakan "apa mama/papa boleh ikut main?". Sang anak akan merasa sangat senang. Nah ketika momen inilah kamu berikan dia pelarajaran yang menurut kamu baik.Sang anak nakal! saya harus bagaimana?.Ini pertanyaan yang sering terlintas di benak kita. Sebenarnya coba kamu pikirkan kenapa anak kamu nakal?. Ada beberapa hal yang menyebabkan dia nakal...1. Karena pintar.2. Faktor keturunan.3. Karena kurangnya perhatian.Jadi saya rasa jangan salahkan sang anak hehehehe, cukup atasi dengan bijak. Tapi apabila sang anak sudah kelewatan, tegur dia dengan sedikit pukulan di tangannya. Dan kemudian beri sedikit nasehat (tapi jangan sambil marah-marah).
tips memberi nama bayi
Nama adalah satu hal yang terpenting, tidak boleh asal dalam hal ini. Memberi atau memilih nama anak atau bayi haruslah yang mengandung arti yang bagus. Konon katanya nama adalah sebuah do'a (seperti nama yang islami). Dan sebagai orang tua, kita harus cermat dalam hal memilih nama anak. Ti...dak mungkin bukan memberi nama anak atau bayi kita dengan nama A'un yang artinya adalah seorang raja mesir yang sesat. Nah saya yakin anda semua ingin yang terbaik untuk anak anda, termasuk dari segi pemilihan nama. Aneka tips akan membantu dalam hal ini. Saya akan memberikan atau merekomendasikan tempat atau website yang memberikan informasi tentang Kumpulan Nama anak atau nama bayi .
Bagaimana cara mendidik anak?, kebanyakan dari orang tua terkesan arogan atau pun cuek dalam mendidik anak. Alhasil sang anak pun menjadi merasa tertekan dan kurang rasa kasih sayang. Memang sih merawat anak itu sulit terlebih lagi anaknya nakal hahaahaha...Tapi sudah kewajiban kita sebagai orang tua untuk merawat dan mendidiknya bukan. Langkah pertama dalam mendidik anak adalah kenali bagaimana watak dari sang anak itu terlebih dahulu.
Lalu ajarkan dia dengan penuh kasih sayang. Ingat amarah yang disertai dengan pukulan akan merusak mental sang anak. Kebanyakan dari kita tidak senang apabila anak akan melakukan sesuatu yang terkesan kurang baik, seperti bermain tanah, bermain di jalan, respon dari orang tua adalah langsung memarahi sang anak dan memukulnya.Bukan itu yang terbaik, saya rasa dengan memberikan nasehat yang lembut disertai dengan interaksi membuat sang anak lebih menerima arahan dari kita.Ajarkan anak dengan perlahan dan jangan bersifat memaksa. Contohnya apabila dia sedang bermain, sampiri dia dan tanya dia sedang apa?. Ketika dia menjawab, kamu langsung menanyakan "apa mama/papa boleh ikut main?". Sang anak akan merasa sangat senang. Nah ketika momen inilah kamu berikan dia pelarajaran yang menurut kamu baik.Sang anak nakal! saya harus bagaimana?.Ini pertanyaan yang sering terlintas di benak kita. Sebenarnya coba kamu pikirkan kenapa anak kamu nakal?. Ada beberapa hal yang menyebabkan dia nakal...1. Karena pintar.2. Faktor keturunan.3. Karena kurangnya perhatian.Jadi saya rasa jangan salahkan sang anak hehehehe, cukup atasi dengan bijak. Tapi apabila sang anak sudah kelewatan, tegur dia dengan sedikit pukulan di tangannya. Dan kemudian beri sedikit nasehat (tapi jangan sambil marah-marah).
tips memberi nama bayi
Nama adalah satu hal yang terpenting, tidak boleh asal dalam hal ini. Memberi atau memilih nama anak atau bayi haruslah yang mengandung arti yang bagus. Konon katanya nama adalah sebuah do'a (seperti nama yang islami). Dan sebagai orang tua, kita harus cermat dalam hal memilih nama anak. Ti...dak mungkin bukan memberi nama anak atau bayi kita dengan nama A'un yang artinya adalah seorang raja mesir yang sesat. Nah saya yakin anda semua ingin yang terbaik untuk anak anda, termasuk dari segi pemilihan nama. Aneka tips akan membantu dalam hal ini. Saya akan memberikan atau merekomendasikan tempat atau website yang memberikan informasi tentang Kumpulan Nama anak atau nama bayi .
Senin, 14 Juni 2010
jepara 14-06-2010
dear diary.....
this day i feel BT bgt 'cz gara2 manusia satu tuh yang super O'On/pelit/nyebelin semua org.....
ketambah status hubungan qhuw pa qhuw g taw.......
puciiiiiiinggggggg cing cing cing...........
yang tdk bisa tanggung jawab kesemua anag buahnya....
so q tetep bahagia jika temen2 q jg bahagia....
saling menghibur
mengisi satu sama lain
dan mengerti hati temanya
itulah hidup manusia dengan sobatnya
udah ah ngantug lagian dah malem........
night diary
night friends
this life just for you friends
this day i feel BT bgt 'cz gara2 manusia satu tuh yang super O'On/pelit/nyebelin semua org.....
ketambah status hubungan qhuw pa qhuw g taw.......
puciiiiiiinggggggg cing cing cing...........
yang tdk bisa tanggung jawab kesemua anag buahnya....
so q tetep bahagia jika temen2 q jg bahagia....
saling menghibur
mengisi satu sama lain
dan mengerti hati temanya
itulah hidup manusia dengan sobatnya
udah ah ngantug lagian dah malem........
night diary
night friends
this life just for you friends
Langganan:
Postingan (Atom)